1. Asal-usul Kata Sejarah
Kata sejarah memiliki beberapa asal-usul menurut berbagai bahasa.
a. Bahasa Arab
Kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun (شجرة) yang berarti pohon.
Mengapa diartikan pohon?
Karena pada masa dahulu, pohon digunakan sebagai lambang silsilah keturunan atau asal-usul keluarga. Dari sinilah berkembang makna sejarah sebagai cerita tentang asal-usul, perkembangan, dan perjalanan kehidupan manusia.
Contoh:
Kakek
│
Ayah
│
Anak
Silsilah keluarga tersebut merupakan bagian dari sejarah keluarga.
b. Bahasa Yunani
Dalam bahasa Yunani terdapat kata Historia yang berarti:
- penyelidikan,
- pencarian,
- atau ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian.
Dari kata Historia lahirlah istilah:
- History (Inggris)
- Histoire (Prancis)
- Historia (Spanyol)
c. Bahasa Jerman
Dalam bahasa Jerman terdapat kata Geschichte yang berarti:
sesuatu yang telah terjadi atau peristiwa masa lampau.
d. Bahasa Belanda
Dalam bahasa Belanda dikenal istilah Geschiedenis, yang juga berarti kisah atau kejadian masa lampau.
Karena Indonesia pernah dijajah Belanda, istilah ini turut memengaruhi perkembangan ilmu sejarah di Indonesia.
Kesimpulan Asal-usul Kata Sejarah
Secara umum, sejarah memiliki makna:
Peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau yang dipelajari melalui penyelidikan berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
Setiap ahli memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan sejarah.
A. Herodotus
Herodotus (484–425 SM) dikenal sebagai “Bapak Sejarah”.
Menurut Herodotus:
Sejarah adalah kajian mengenai kehidupan manusia yang terus bergerak dan berkembang dari waktu ke waktu.
Beliau banyak melakukan perjalanan untuk mengumpulkan cerita mengenai berbagai bangsa.
Inti Pendapat
- Sejarah adalah cerita perjalanan manusia.
- Kehidupan manusia selalu mengalami perubahan.
B. Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun (1332–1406 M) merupakan ilmuwan Muslim yang terkenal melalui karya Muqaddimah.
Menurut Ibnu Khaldun:
Sejarah adalah catatan tentang masyarakat manusia, peradaban dunia, serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Inti Pendapat
- Sejarah mempelajari masyarakat.
- Menjelaskan sebab dan akibat suatu peristiwa.
- Membahas perkembangan peradaban.
C. Sartono Kartodirdjo
Sartono Kartodirdjo adalah salah satu sejarawan Indonesia.
Menurut beliau:
Sejarah merupakan rekonstruksi pengalaman kolektif manusia pada masa lampau.
Inti Pendapat
- Sejarah adalah hasil penyusunan kembali peristiwa masa lalu.
- Disusun berdasarkan bukti-bukti sejarah.
- Menggambarkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
D. Kuntowijoyo
Kuntowijoyo adalah sejarawan sekaligus budayawan Indonesia.
Menurut beliau:
Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu mengenai apa yang dipikirkan, dikatakan, dilakukan, dirasakan, dan dialami manusia.
Inti Pendapat
- Sejarah bukan hanya menceritakan kejadian.
- Tetapi juga menjelaskan kehidupan manusia secara utuh.
E. R. Moh. Ali
Menurut R. Moh. Ali:
Sejarah memiliki tiga pengertian sekaligus, yaitu:
Sebagai Peristiwa
Peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Contoh:
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
- Sumpah Pemuda
Sebagai Kisah
Cerita mengenai suatu peristiwa sejarah.
Contohnya terdapat dalam:
- buku sejarah,
- film dokumenter,
- artikel sejarah.
Sebagai Ilmu
Sejarah dipelajari menggunakan metode ilmiah melalui penelitian terhadap sumber sejarah.
Inti Pendapat
Sejarah terdiri atas:
- Peristiwa
- Kisah
- Ilmu
F. W. H. Walsh
Menurut W. H. Walsh:
Sejarah adalah ilmu yang menitikberatkan pada pencatatan yang bermakna mengenai aktivitas manusia pada masa lampau.
Inti Pendapat
- Tidak semua peristiwa menjadi sejarah.
- Hanya peristiwa yang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia.
G. J. V. Bryce
Menurut J. V. Bryce:
Sejarah merupakan catatan mengenai apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Inti Pendapat
- Sejarah mempelajari seluruh aktivitas manusia.
- Baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, maupun budaya.
Perbandingan Pendapat Para Ahli
| Tokoh | Fokus Pengertian |
|---|---|
| Herodotus | Perjalanan kehidupan manusia |
| Ibnu Khaldun | Perubahan masyarakat dan peradaban |
| Sartono Kartodirdjo | Rekonstruksi pengalaman manusia |
| Kuntowijoyo | Rekonstruksi kehidupan manusia secara utuh |
| R. Moh. Ali | Sejarah sebagai peristiwa, kisah, dan ilmu |
| W. H. Walsh | Catatan bermakna tentang aktivitas manusia |
| J. V. Bryce | Catatan pikiran, ucapan, dan tindakan manusia |
Kesimpulan Pengertian Sejarah
Berdasarkan berbagai pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa:
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia pada masa lampau melalui penyelidikan terhadap berbagai sumber dan bukti sejarah untuk merekonstruksi peristiwa yang benar-benar terjadi, sehingga dapat dipahami sebab, proses, dan akibatnya bagi kehidupan manusia pada masa kini maupun masa depan.
Dengan mempelajari sejarah, kita dapat:
- memahami asal-usul bangsa,
- mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu,
- menghargai jasa para tokoh,
- memperkuat identitas bangsa,
- dan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi masa depan.
Rangkuman
- Kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun yang berarti pohon (silsilah), serta dipengaruhi istilah Yunani historia yang berarti penyelidikan.
- Sejarah mempelajari peristiwa masa lampau berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Setiap ahli memiliki sudut pandang yang berbeda, tetapi semuanya sepakat bahwa sejarah berkaitan dengan kehidupan manusia pada masa lampau.
- Sejarah tidak hanya berupa cerita, tetapi juga merupakan ilmu yang disusun melalui penelitian ilmiah.
- Mempelajari sejarah membantu kita memahami perjalanan bangsa dan mengambil hikmah untuk kehidupan masa kini dan masa depan.